• Real Talk

    Bukan hanya sekedar "aku ingin menikah"

    Beberapa hari yang lalu, sahabat terdekat saya resmi menjadi seorang Ibu. Dia baru saja melahirkan putri pertamanya, namun hari ini putrinya harus dirawat di rumah sakit karena kadar bilirubinnya tinggi. Saya sangat terharu saat membaca chat darinya: “Dedek di rumah sakit dan aku di rumah karena harus makan dan pumping ASI setiap 2 jam sekali, sedangkan suamiku harus bolak balik rumah dan rumah sakit setiap 2 jam untuk mengantar ASI” Saya percaya, mereka pasangan yang hebat! Cerita ini menempel terus di pikiran saya dan membuat saya menyadari satu hal: Ini lebih dari sekedar kata-kata “Aku ingin menikah” seperti yang selalu diucapkan oleh saya dan teman-teman lainnya. Saya menjadi semakin ingin belajar…

  • Real Talk

    Why do I Love Toastmasters [?]

    Sunday, 26 October 2014…. HAPPY BIRTHDAY, Toastmasters International ! Breaking the Ice Since 1924! It has been 90 years, Toastmasters International was borned in this world. Ralph C. Smedley, founder of Toastmasters International said that In Toastmasters, we learn best in moments of enjoyment and I proved that. It was about a year I joined in this fabulous club and at that time I didn’t realized that Toastmasters will influence my life in a lot of aspect. When I decided to join in this club last year, I only think that Toastmasters is the place that will help me to improve my English and help me to sharpening my public…

  • Real Talk

    Mendefinisikan Bahagia,

    Jakarta, Saya jatuh cinta dengan ibukota Indonesia ini. Dulu, saat pertama kali merantau ke Jakarta saya merasa pesimis bisa bertahan disini. Ya, meski sebetulnya saya ingin merasakan hidup bebas sebagai orang dewasa. Rasanya, sudah saatnya saya melepaskan diri dari ketiak orang tua dan menanggung biaya hidup secara mandiri. Singkat cerita, saya turut memadati ibukota di akhir tahun 2012. Saat itu saya baru saja menjalani sumpah profesi Apoteker di Universitas Gadjah Mada. Seperti fresh graduate lainnya, saya sedang merasakan euphoria mendapat pekerjaan di Jakarta, pusat pemerintahan negara Indonesia. “Saya bisa berangkat sendiri bu,” kalimat itu yang saya ucapkan untuk menanggapi kekhawatiran ibu saat akan melepas putri pertamanya. Maklum, baru kali ini…