• Motherhood,  Real Talk

    Hak Waktu Ibu

    “Pada beberapa kasus permasalahan pada anak, ternyata mereka tinggal bersama ibu yang tidak bekerja” Saya masih ingat sekali kalimat yang disampaikan oleh Ustadz Bendri Jaisyurrahman saat mengikuti kajian parenting tahun 2019 lalu. Saya sempat tidak menyangka, bukankah ibu yang tidak bekerja memiliki lebih banyak kesempatan untuk membersamai anak-anak mereka, kenapa? Ternyata, Ibu yang tidak bekerja cenderung memiliki emosi yang tidak stabil. Berdasarkan artikel berikut [link], Melinda Paige, Ph. D, seorang profesor konselor kesehatan mental klinik menyatakan bahwa ada beberapa kondisi psikologi yang dialami ibu rumah tangga seperti perasaan terisolasi, kehilangan tujuan dan identitas, serta kurangnya interaksi sosial. Kondisi tersebut dapat memicu gangguan kesehatan mental pada ibu seperti stres dan depresi.…

  • Motherhood

    Terapi Wicara Anak 2 Tahun

    Bunda, mendengar celoteh sang buah hati pasti menjadi momen yang paling ditunggu. Saat bayi mulai memasuki umur 1 tahun, perkembangan bahasa menjadi salah satu milestone yang akan mereka lewati. “Pa pa pa pa pa” “Ma ma ma ma ma” Kata-kata itu mungkin menjadi celotehan pertama yang kita dengar darinya. Rasanya pasti tak bisa terbayar oleh apapun. Kita menjadi lebih antusias mengenalkan beragam suara dengan ekspresi yang tak ada habisnya, berharap mereka menyahut dengan gembira. Saat umur 15 bulan, anak saya pernah mengikuti program kelas bermain di Rumah Dandelion. Di awal pertemuan, kami melakukan skrining tumbuh kembang anak dalam beberapa aspek, seperti: (1) Aspek personal sosial, (2) Aspek motorik kasar, (3)…

  • Article,  Motherhood

    Menyelamatkan Anak dari Stunting

    Apa yang muncul di benak ibu saat mendengar istilah stunting (kerdil)? Buat saya, stunting was my nightmare T.T Anak saya pernah didiagnosa stunted di umur 15 bulan karena tinggi badannya stagnan selama 3 bulan berturut-turut dan kurva pertumbuhan tinggi badannya mulai menurun, bahkan nyaris di bawah garis merah (-2 SD). Rasanya rontok hati ini. Saya pernah menceritakannya di tulisan ini. Stunting cukup sering dibahas oleh beberapa akun parenting dan dokter anak di media sosial. Bayangkan, 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2018 masih 30,8% (batas WHO 20%). Itulah mengapa saat ini pemerintah memberikan concern yang cukup besar pada isu ini. Pak Jokowi ingin meningkatkan…

  • Book Talk,  Motherhood

    Book Talk: The Dannish Way of Parenting

    Membaca sekilas isi buku ini membuat saya seperti bertemu jodoh, haha. Di tengah banyaknya informasi seputar parenting di sosial media, saya merasa mendapat asupan nilai yang pas dengan visi misi keluarga. Buku ini ditulis oleh Jessica Joelle Alexander dan Iben Dissing Sandahl. Jessica adalah seorang keturunan Amerika yang menikah dengan orang Denmark dan memiliki 2 anak. Selama tinggal di Denmark, ia mengagumi cara pandang orang Denmark saat berhadapan dengan masalah atau ketidaknyamanan. Ia juga mengagumi bagaimana mereka mampu mewariskan generasi yang bahagia. Riset yang dilakukan Jessica selama bertahun-tahun membuktikan bahwa gaya pengasuhan orang Denmark adalah salah satu kunci kenapa mereka dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia selama bertahun-tahun Hal…

  • Article,  Motherhood

    Inspiration from PhD Mama

    Hai mom, Apa sih hal yang menjadi tantangan dalam menjalankan peran di rumah? Kalau saya, produktivitas menjadi hal yang paling menantang. Setelah memutuskan beraktivitas di ranah domestik, saya masing struggle untuk mengatur waktu agar tetap produktif. Godaan terbesar beraktivitas di rumah itu adalah tentang utilize waktu. Tidak jarang waktu berjalan begitu aja tanpa ada aktivitas yang bermakna. Nah, kali ini saya punya kesempatan untuk ngobrol dengan salah satu teman sekolah dulu yang saat ini sedang menjalankan multi peran. Nabila As’ad (30 th), ibu milenial yang sedang mengambil pendidikan PhD di Portugal. Selain sekolah, dia juga membawa keluarganya tinggal disana. Yuk simak obrolan kami tentang bagaimana Bela menjalankan multi peran di…

  • Motherhood,  Real Talk

    Perlunya Menjadi Ibu Proaktif

    Setiap ibu pasti punya turning point masing-masing yang membuatnya belajar dan berproses. Saya pun demikian, menjalani hari demi hari bersama sang buah hati memberi saya kesempatan untuk berproses menjadi lebih baik. Akhir-akhir ini banyak kejadian yang menguras rasa dan membuat saya terus instropeksi diri. Saya merasa belum optimal merawat anak. Selama ini saya terlalu santai dan kurang proaktif. Saya hanya mengandalkan sumber informasi dari dokter tanpa melibatkan diri mencari dan menggali informasi dari sumber yang lain. Hal itu tidak lepas dari kebiasaan lama saya yang tidak ingin ribet. Jadi, selama dokter tidak memberi “warning” atau catatan tertentu tentang tumbuh kembang anak, saya dan suami menganggapnya baik-baik saja. Untungnya Tuhan sering…

  • Article,  Motherhood

    Parenting dan Filosofi Teras

    Sebagai seorang ibu, pernah gak sih mom bertanya-tanya, ingin menjadi ibu seperti apa sih kita? Sampai saat ini, saya masih terus bertanya dan mencari tipe ibu seperti apa yang paling nyaman untuk diri saya. Dan jawaban itu mulai tercerahkan ketika tanpa sengaja saya membaca caption dari @Ingetumiwa_bachren tentang dinamika parenting yang dialaminya. Long story short, Inge sangat kecewa ketika anaknya (12 tahun) mendapat nilai rendah pada aspek: integrity, compassion, respect, dan excellence (C dan D). Baginya, keempat aspek itu adalah nilai kehidupan yang selalu diterapkan di rumahnya. Gurunya pun memberi catatan baik, sehingga dia terus bertanya sebenarnya apa sih standar penilaian keempat aspek itu dan siapa yang melakukan penilaian? Akhirnya,…

  • Article,  Motherhood

    Belajar dari Denmark: BERMAIN

    Siang itu sinar matahari tampak begitu terik, membuat tubuh memproduksi keringat dengan bau yang khas. Bau matahari. Bau yang seringkali tercium dari tubuh anak-anak yang suka bermain di siang bolong. Seperti siang itu, sekelompok anak-anak tampak sedang asik bermain bersama di halaman masjid yang sangat luas. Ada yang bermain petak umpet dan ada yang bermain benthik atau gatrik, permainan tradisional yang dimainkan oleh dua kelompok menggunakan potongan bambu. Sekitar 10 anak berusia sekolah dasar dan menengah pertama memilih bermain benthik, mungkin karena permainan ini lebih menantang. Mereka menentukan kelompok dengan melakukan pingsut. Anak yang menang berkumpul menjadi satu kelompok, begitupun dengan yang kalah. Kedua tim sudah terbentuk yang terdiri dari…