• Article,  Motherhood

    Tantangan Mama Masa Kini

    Hi mom, tidak seperti zaman kita dulu, anak-anak kita terlahir sebagai generasi digital native. Sejak baru lahir dan masih berusia 0 tahun, mereka sudah berinteraksi dengan teknologi digital meski hanya sekedar berinteraksi jarak jauh dengan keluarga melalui layar ponsel atau saat anggota keluarga merekam ekspresi lucunya dengan gadget. Kelak saat usianya semakin bertambah, anak-anak akan lebih sering berinteraksi dengan teknologi digital karena tuntutan perkembangan zaman. Sebagai orang tua kita pasti was-was. Namun, kita tidak bisa sepenuhnya menjauhkan anak-anak dari perkembangan teknologi. Kira-kira apa saja ya resiko yang dapat muncul saat kelak anak-anak kita mulai berinteraksi dengan teknologi dan media sosial? 1. Cyberbullying Cyberbullying adalah sebuah bentuk perundungan yang terjadi di…

  • Article,  Motherhood

    Yuk Kenali tentang Sharenting

    Tanyakan 3 hal ini sebelum membagikan konten anak di media sosial Hai sahabat slice of stories, Saat membuka media sosial, kira-kira berapa banyak ya foto atau konten anak-anak yang kita lihat?  Ada banyak sekali konten anak-anak yang kita nikmati setiap hari. Tak jarang, kita sering merasa terhibur melihat ekspresi mereka yang menggemaskan. Ternyata, ada sebuah riset yang menyatakan bahwa sebanyak 80% anak hadir di dunia maya sebelum berusia dua tahun. Bahkan, rata-rata orang tua akan membagikan sebanyak 1500 foto sebelum anaknya berusia lima tahun.  Para orang tua sepertinya ingin mengabadikan momen pertumbuhan anaknya di media sosial seperti saat bayi mereka pertama kali mencicipi Makanan Pendamping ASI (MPASI), saat gigi pertamanya…

  • Motherhood,  Real Talk

    Tiga tahun menjadi Ibu dan tantangan yang mendewasakan

    Januari 2021, anakku tidak lagi menjadi Batita (Bawah tiga tahun). Momen ini menjadi refleksi untukku sebagai seorang ibu. Satu hal yang aku syukuri dari perjalanan ini adalah, anakku sehat. Perjalanan menjadi ibu selama tiga tahun ini tak luput dari rangkaian rasa bersalah yang silih berganti. Kenapa harus merasa bersalah? Akupun tidak pernah terbayang sebelumnya jika setelah memiliki anak, aku menjadi lebih rentan dengan perasaan bersalah yang begitu besar. Bahkan, aku sempat merasa sedikit trauma dan tidak terbayang jika harus memiliki anak lagi. Aku seperti belum siap menanggung rasa bersalah yang lain. Perasaan traumaku telah menghabisi rasa percaya diriku sebagai ibu dan ini berlangsung cukup lama. Sebagai seorang ibu yang beraktivitas…

  • Motherhood

    Mom, 3 hal ini membuat kegiatan bermain lebih mudah

    Halo mom, Selama Pandemi, peran kita sebagai orang tua lebih terasa ya. Anak-anak harus beraktivitas di rumah. Kita seperti mempunyai tanggung jawab extra untuk menjaga mood mereka agar tidak mudah cranky dan tetap bahagia meski di rumah. Waktu bersama anak-anak terasa semakin panjang dan lama, membuat kita kehabisan ide mau bermain apalagi dengan mereka. Kadang, kita mengharapkan mereka segera istirahat biar kita bisa leyeh-leyeh dan menikmati me time. Di media sosial, banyak sekali referensi ide bermain bersama anak di rumah untuk bermacam-macam umur. Kita malah menjadi bingung harus mulai darimana. Sama seperti saya, saat membuka media sosial dan mencari referensi jenis permainan apa yang mau dimainkan hari ini, seringkali berujung…

  • Article,  Motherhood

    Bercerita dimana saja dengan Let’s Read

    “Ibu happy dong, aqla mau menghibur Ibu” Kemudian berdiri, memeluk, dan mencium kening, pipi kanan dan kiri. “Kenapa menghibur ibu?” “Biar kayak Goob” Siang itu saya sedang kecewa karena anak saya tidak mau BAB di kamar mandi. Kemudian, saya terdiam. Saat ia mengajak saya bicara, saya masih terdiam. Tidak disangka, ia melontarkan kata-kata tersebut. Goob adalah seorang tokoh utama dalam salah satu buku 7 Habits of Happy Kids karya Sean Covey yang berjudul “Goob dan Kakeknya”. Dalam cerita tersebut, Goob sedang bersedih karena kakeknya meninggal. Kemudian, teman-teman Goob selalu datang ke rumah untuk menghiburnya. Hari pertama, teman-teman Goob datang bersama-sama, kemudian mereka menyusun rencana untuk datang bergantian setiap hari. Ada…

  • Article,  Motherhood

    Pentingnya Melatih Keterampilan Executive Function pada Anak

    Hai mom, Siapa yang suka mengajak anak-anak memelihara tanaman atau memelihara hewan? Buat saya, kedua aktivitas itu tidak mudah lho. Beberapa waktu lalu kami memelihara ikan untuk pertama kali. Baru dua minggu tinggal bersama kami, ikan tersebut tiba-tiba mati. Rasanya sedih sekali. Ternyata, memelihara hewan atau tanaman sangat bagus bagi anak-anak terutama usia 0-6 tahun. Menurut prinsip Fitrah Based Education (FBE), kedua aktivitas ini dapat melatih keterampilan executive function, sebuah keterampilan dasar yang akan diperlukan sepanjang kehidupan kita. Apa itu executive function? Executive function merupakan sebuah keterampilan untuk merencanakan, mengontrol diri, mengikuti instruksi, dan tetap fokus (tidak mudah terdistraksi) dalam mengerjakan sesuatu, sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Executive function…

  • Motherhood,  Uncategorized

    Mengenal Fitrah Based Education (FBE) untuk anak usia 0-6 tahun

    Hello mom, sebagai orang tua aktivitas mengasuh anak memang susah-susah gampang ya. Saat ini banyak sekali metode pengasuhan yang bisa menjadi referensi kita dalam mendidik anak-anak. Setiap metode memiliki pendekatan yang berbeda, nah kita juga bisa lho mengkombinasikan beberapa metode pengasuhan agar sesuai dengan kebutuhan pendidikan di rumah. Salah satu konsep pengasuhan yang menarik buat saya adalah Fitrah Based Ecucation (FBE). Saya pertama kali mendengar FBE ketika mengikuti komunitas Ibu Profesional. Akhirnya saya membeli buku tentang FBE namun saat itu belum sanggup membacanya karena cukup berat. Setelah baru-baru ini mengikuti webinar tentang FBE, saya mulai mencerna lagi isi bukunya (ya meskipun masih belum selesai karena bukunya sangat tebal, hehe). Fitrah…

  • Mama's Turning Point,  Motherhood

    Meninggalkan bidang akademis dan berkarir lewat bisnis

    Mama’s Turning Point Episode 3 bersama Edlin Dahniar Hi mom, Di Episode 3 Mama’s Turning Point, slice of stories ingin menceritakan tentang salah satu lukisan perjalanan seorang ibu yang memilih untuk mengubah jalur karirnya dari dosen menjadi womenpreneur. Cerita kak Edlin ini menyegarkan banget deh dan berhasil memotivasi untuk bisa menikmati hidup yang kita pilih, hehe. Setiap ibu selalu memiliki cara masing-masing untuk membuat hidupnya bahagia. Yuk mom, kita temukan perjalanan kita dan menikmati setiap waktunya. Apapun itu, yang penting bisa membuat kita tumbuh dan bahagia. Semoga cerita ini bermanfaat ya. Happy reading! *** Hi mb Edlin, apa kabar? Sedang sibuk apa sekarang? Hai Atta, kabar baik. Alhamdulillah sehat. Sibuk…

  • Mama's Turning Point,  Motherhood,  Real Talk

    Mengajar dan Berwirausaha, kenapa tidak?

    Mama’s Turning Point Episode 2 bersama Novia Maulina Dalam Episode 2 Mama’s Turning Point, slice of stories ingin menceritakan tentang salah satu lukisan perjalanan seorang Ibu yang akhirnya menemukan ruang aktualisasi diri setelah jeda sejenak selama 4 tahun beraktivitas di ranah domestik. Saat ini ia kembali berkiprah di ranah publik dan memulai fase baru perjalanannya sebagai ibu. Ceritanya seru, bahkan membuat saya terbawa energi semangat untuk lebih bergairah dalam mewujudkan mimpi-mimpi. Saya juga terkesima dengan kerjasama yang dilakukan kak Novia bersama pasangannya, yang membuat saya semakin mengerti makna partner hidup bagi suami dan istri. Happy reading ^x^ *** Hai kak Via, apa kabar? Sedang sibuk apa nih sekarang? Halo Atta,…

  • Mama's Turning Point,  Motherhood,  Real Talk

    Mengasah Value Diri lewat Diamond Dust

    Mama’s Turning Point Episode 1 bersama Jehan Rochmatika Hi mom, Menjadi Ibu rasanya seperti memiliki canvas kosong untuk menceritakan perjalanan kita sebagai ibu. Kita memiliki banyak pilihan warna, ada merah, kuning, hijau, biru, jingga, hitam, atau warna-warna lainnya. Kita juga bisa menggambar mulai dengan titik, garis lurus, garis lengkung, lingkaran, segitiga, atau bentuk-bentuk lainnya. Kita bisa memilih cerita mana yang ingin diutarakan melalui canvas kosong itu. Canvas-canvas itu bisa menjadi sebuah lukisan. Jika lukisan-lukisan itu ada di dalam sebuah pameran yang sama, kita akan melihat lukisan yang beragam. Pasti, di dalam setiap lukisan ada makna tersirat yang ingin diceritakan sang pelukis. Kita tidak bisa menilai sebuah lukisan dengan kacamata benar…