• Uncategorized

    Menikmati Peran dengan Bahagia

    Pertanyaan tersebut seringkali datang kepadaku dari teman-teman terdekat. Mereka skeptis dengan pilihanku untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Saat masih muda, aku dikenal sebagai pribadi yang aktif. Semasa berkuliah, aku mengikuti beberapa kegiatan di kampus seperti bergabung di Pers Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa, menjadi asisten praktikum, bekerja paruh waktu sebagai guru les siswa Sekolah Dasar, dan menjadi relawan pengajar paket C untuk anak-anak yang putus sekolah. Saat bekerja, aku memiliki beberapa kegiatan di luar pekerjaan. Aku menjadi relawan di komunitas Indonesia Menyala dan Special Olympics Indonesia (SOINA), serta bergabung di komunitas public speaking Toastmasters International.  Melihat banyaknya kegiatan yang aku ikuti, tak heran jika teman-teman sering mempertanyakan…

  • Book Talk

    BookTalk: Belahan Jiwa

    Penulis: Tasaro GK Buku ini adalah karya kedua Tasaro GK yang aku baca setelah buku berjudul “Muhammad: Sang Pewaris Hujan”. Tidak seperti karya Tasaro GK lainnya, buku ini hanya berjumlah sekitar 164 halaman, cukup terjangkau untuk dibaca dalam waktu singkat. Buku bertajuk “Belahan Jiwa: untuk wanita yang kuhadiahi bunga wol rajutan ibuku” ini merupakan karya non fiksi bertema keluarga yang mengisahkan tentang perenungan penulis dalam mengarungi bahtera rumah tangganya selama hampir 17 tahun pernikahan.  Tasaro menghadirkan banyak kisah yang merepresentasikan dinamika kehidupan berumah tangga melalui renungan penulis dan dialog romantis yang disampaikannya kepada sang istri. Meskipun buku ini cukup personal, tapi perenungan demi perenungan yang disampaikan penulis membuatku belajar tentang…

  • Article,  Motherhood

    Tantangan Mama Masa Kini

    Hi mom, tidak seperti zaman kita dulu, anak-anak kita terlahir sebagai generasi digital native. Sejak baru lahir dan masih berusia 0 tahun, mereka sudah berinteraksi dengan teknologi digital meski hanya sekedar berinteraksi jarak jauh dengan keluarga melalui layar ponsel atau saat anggota keluarga merekam ekspresi lucunya dengan gadget. Kelak saat usianya semakin bertambah, anak-anak akan lebih sering berinteraksi dengan teknologi digital karena tuntutan perkembangan zaman. Sebagai orang tua kita pasti was-was. Namun, kita tidak bisa sepenuhnya menjauhkan anak-anak dari perkembangan teknologi. Kira-kira apa saja ya resiko yang dapat muncul saat kelak anak-anak kita mulai berinteraksi dengan teknologi dan media sosial? 1. Cyberbullying Cyberbullying adalah sebuah bentuk perundungan yang terjadi di…

  • productivity

    Mengatur Waktu Online dengan Tiga Perubahan Kecil

    Adzan subuh membangunkanku. Mataku terbuka perlahan, tanganku mulai sibuk meraba samping tempat tidur, mencari benda berbentuk persegi panjang berukuran sekitar 16 x 7 cm. Setelah menemukannya, aku menyalakan benda itu dan melihat jam di layar yang menunjukkan pukul 04.30 WIB, waktu dimana aku harus segera beranjak dari tempat tidur dan mulai beraktivitas. Mataku tiba-tiba tergoda pada icon whatsapp dan facebook, membuat tanganku turut berkompromi untuk memencetnya.  “Maksimal 10 menit deh sampai 04.40,” ujarku dalam hati. Aku pun terhanyut membalas chat whatsapp yang sudah mengantri sejak semalam dan menyimak beberapa kabar di beranda facebook. Tanpa disadari waktu sudah beranjak dari batas kesepakatan yang kubuat. Aku terpaku pada layar ponsel tanpa mengenal…

  • Article,  Motherhood

    Yuk Kenali tentang Sharenting

    Tanyakan 3 hal ini sebelum membagikan konten anak di media sosial Hai sahabat slice of stories, Saat membuka media sosial, kira-kira berapa banyak ya foto atau konten anak-anak yang kita lihat?  Ada banyak sekali konten anak-anak yang kita nikmati setiap hari. Tak jarang, kita sering merasa terhibur melihat ekspresi mereka yang menggemaskan. Ternyata, ada sebuah riset yang menyatakan bahwa sebanyak 80% anak hadir di dunia maya sebelum berusia dua tahun. Bahkan, rata-rata orang tua akan membagikan sebanyak 1500 foto sebelum anaknya berusia lima tahun.  Para orang tua sepertinya ingin mengabadikan momen pertumbuhan anaknya di media sosial seperti saat bayi mereka pertama kali mencicipi Makanan Pendamping ASI (MPASI), saat gigi pertamanya…

  • Real Talk

    Doa yang Tak Lagi Sempurna

    Saat masih muda, aku pernah membaca buku “Keajaiban Rezeki” karya Ippho Santosa. Salah satu pesan yang disampaikan di buku tersebut begitu lekat dalam ingatanku sampai sekarang.  “Rezeki seorang laki-laki itu sangat dipengaruhi oleh sepasang bidadari-nya di dunia. Bagi seorang laki-laki dewasa, bidadari dunianya adalah ibu dan istrinya. Doa kedua bidadari tersebut begitu kuat dalam membuat jalan rezeki seorang laki-laki terbuka lebar.”  Saat itu, aku selalu mendambakan ingin menjadi salah satu bidadari untuk calon suamiku. Wah, betapa romantisnya jika rasa sayang dan cinta yang kumiliki bisa kurekatkan dengan doa. Kala itu aku membayangkan betapa nikmatnya menjadi bagian dari kesuksesan seorang laki-laki melalui doaku. Tahun berlalu, akhirnya aku bertemu dengan laki-laki yang…

  • Motherhood,  Real Talk

    Tiga tahun menjadi Ibu dan tantangan yang mendewasakan

    Januari 2021, anakku tidak lagi menjadi Batita (Bawah tiga tahun). Momen ini menjadi refleksi untukku sebagai seorang ibu. Satu hal yang aku syukuri dari perjalanan ini adalah, anakku sehat. Perjalanan menjadi ibu selama tiga tahun ini tak luput dari rangkaian rasa bersalah yang silih berganti. Kenapa harus merasa bersalah? Akupun tidak pernah terbayang sebelumnya jika setelah memiliki anak, aku menjadi lebih rentan dengan perasaan bersalah yang begitu besar. Bahkan, aku sempat merasa sedikit trauma dan tidak terbayang jika harus memiliki anak lagi. Aku seperti belum siap menanggung rasa bersalah yang lain. Perasaan traumaku telah menghabisi rasa percaya diriku sebagai ibu dan ini berlangsung cukup lama. Sebagai seorang ibu yang beraktivitas…

  • Real Talk

    Embrace yourself: Cerita Kehamilan Kedua

    Dua garis biru, Tahun ini akhirnya aku bisa melihat dua garis biru di test pack yang aku pakai pada 17 Agustus 2020. Ya, sudah tiga tahun lebih sejak aku melihat tanda dua garis biru pertamaku. Banyak yang bilang tahun ini jumlah kehamilan meningkat karena adanya Pandemi dan kami salah satunya, haha. Sejak melahirkan anak pertama, aku memang selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberi kesempatan untuk memberikan hak ASI selama dua tahun. Setelah selesai menyapih, aku berusaha menepati janji dan kembali menyampaikan kepada-Nya kalau Insha Allah aku siap menerima amanah anak kedua. Delapan bulan kemudian, setelah berupaya lebih sering menemui-Nya di sepertiga malam terakhir, Allah mengabulkan doa kami. Aku bersyukur…

  • Motherhood

    Mom, 3 hal ini membuat kegiatan bermain lebih mudah

    Halo mom, Selama Pandemi, peran kita sebagai orang tua lebih terasa ya. Anak-anak harus beraktivitas di rumah. Kita seperti mempunyai tanggung jawab extra untuk menjaga mood mereka agar tidak mudah cranky dan tetap bahagia meski di rumah. Waktu bersama anak-anak terasa semakin panjang dan lama, membuat kita kehabisan ide mau bermain apalagi dengan mereka. Kadang, kita mengharapkan mereka segera istirahat biar kita bisa leyeh-leyeh dan menikmati me time. Di media sosial, banyak sekali referensi ide bermain bersama anak di rumah untuk bermacam-macam umur. Kita malah menjadi bingung harus mulai darimana. Sama seperti saya, saat membuka media sosial dan mencari referensi jenis permainan apa yang mau dimainkan hari ini, seringkali berujung…

  • Article,  Motherhood

    Bercerita dimana saja dengan Let’s Read

    “Ibu happy dong, aqla mau menghibur Ibu” Kemudian berdiri, memeluk, dan mencium kening, pipi kanan dan kiri. “Kenapa menghibur ibu?” “Biar kayak Goob” Siang itu saya sedang kecewa karena anak saya tidak mau BAB di kamar mandi. Kemudian, saya terdiam. Saat ia mengajak saya bicara, saya masih terdiam. Tidak disangka, ia melontarkan kata-kata tersebut. Goob adalah seorang tokoh utama dalam salah satu buku 7 Habits of Happy Kids karya Sean Covey yang berjudul “Goob dan Kakeknya”. Dalam cerita tersebut, Goob sedang bersedih karena kakeknya meninggal. Kemudian, teman-teman Goob selalu datang ke rumah untuk menghiburnya. Hari pertama, teman-teman Goob datang bersama-sama, kemudian mereka menyusun rencana untuk datang bergantian setiap hari. Ada…