• Article,  Motherhood

    Inspiration from PhD Mama

    Hai mom, Apa sih hal yang menjadi tantangan dalam menjalankan peran di rumah? Kalau saya, produktivitas menjadi hal yang paling menantang. Setelah memutuskan beraktivitas di ranah domestik, saya masing struggle untuk mengatur waktu agar tetap produktif. Godaan terbesar beraktivitas di rumah itu adalah tentang utilize waktu. Tidak jarang waktu berjalan begitu aja tanpa ada aktivitas yang bermakna. Nah, kali ini saya punya kesempatan untuk ngobrol dengan salah satu teman sekolah dulu yang saat ini sedang menjalankan multi peran. Nabila As’ad (30 th), ibu milenial yang sedang mengambil pendidikan PhD di Portugal. Selain sekolah, dia juga membawa keluarganya tinggal disana. Yuk simak obrolan kami tentang bagaimana Bela menjalankan multi peran di…

  • Motherhood,  Real Talk

    Perlunya Menjadi Ibu Proaktif

    Setiap ibu pasti punya turning point masing-masing yang membuatnya belajar dan berproses. Saya pun demikian, menjalani hari demi hari bersama sang buah hati memberi saya kesempatan untuk berproses menjadi lebih baik. Akhir-akhir ini banyak kejadian yang menguras rasa dan membuat saya terus instropeksi diri. Saya merasa belum optimal merawat anak. Selama ini saya terlalu santai dan kurang proaktif. Saya hanya mengandalkan sumber informasi dari dokter tanpa melibatkan diri mencari dan menggali informasi dari sumber yang lain. Hal itu tidak lepas dari kebiasaan lama saya yang tidak ingin ribet. Jadi, selama dokter tidak memberi “warning” atau catatan tertentu tentang tumbuh kembang anak, saya dan suami menganggapnya baik-baik saja. Untungnya Tuhan sering…

  • Article,  Motherhood

    Parenting dan Filosofi Teras

    Sebagai seorang ibu, pernah gak sih mom bertanya-tanya, ingin menjadi ibu seperti apa sih kita? Sampai saat ini, saya masih terus bertanya dan mencari tipe ibu seperti apa yang paling nyaman untuk diri saya. Dan jawaban itu mulai tercerahkan ketika tanpa sengaja saya membaca caption dari @Ingetumiwa_bachren tentang dinamika parenting yang dialaminya. Long story short, Inge sangat kecewa ketika anaknya (12 tahun) mendapat nilai rendah pada aspek: integrity, compassion, respect, dan excellence (C dan D). Baginya, keempat aspek itu adalah nilai kehidupan yang selalu diterapkan di rumahnya. Gurunya pun memberi catatan baik, sehingga dia terus bertanya sebenarnya apa sih standar penilaian keempat aspek itu dan siapa yang melakukan penilaian? Akhirnya,…

  • Article,  Real Talk

    Nak, Ibu sedang belajar

    Siapa yang merasa kalau perkembangan anak itu terasa cepat sekali? Bulan lalu, anak saya berumur 18 bulan. Sebagai ibu yang bisa dibilang available hampir 7/24, saya gak menyangka kalau angka itu bertambah secepat ini. Beberapa bulan lagi anak saya sudah mau 2 tahun aja. Saya agak menyesal kenapa banyak cerita yang tidak saya tuangkan disini, padahal nanti bisa dipakai untuk bahan nostalgia. Mungkin saat itu saya masih struggle berdamai dengan emosi internal yang nano-nano ini. Bisa dibilang, 18 bulan adalah milestone yang penting untuk perkembangan anak. Di umur ini kita harus mengevaluasi tumbuh kembang anak, apakah sudah sesuai dengan grafik pertumbuhannya dan apakah ada tahap yang perlu stimulasi lebih intensif.…

  • Book Talk

    BookTalk: Genduk

    Nostalgia. Itu yang saya rasakan saat membaca buku “Genduk”, karya Sundari Mardjuki. Buku ini mengangkat isu sosial tentang kehidupan petani tembakau di Desa Ringinsari yang terletak di lereng gunung Sindoro, Parakan. Sebagai penikmat isu sosial, saya menikmati bagaimana penulis membangun konflik tokoh utamanya. Saya tidak bisa menebak alur cerita hanya dengan membaca beberapa bab di awal, sehingga buku ini membuat saya penasaran. Genduk dikisahkan sebagai seorang anak perempuan berusia Sekolah Dasar (SD) yang tinggal berdua bersama Yung/Biyung (Ibu). Salah satu impian terbesarnya adalah bertemu dengan Pak’e, ayah kandung yang tak pernah ia kenali. Yung pun selalu menghindar ketika Genduk bertanya tentang ayahnya, seakan ada amarah yang membuncah tapi tak mampu…

  • Article

    Memberi MPASI Instan bukan Kesalahan

    Bisa dibilang, idealisme menjadi ibu baru yang ingin ideal membuat saya pernah anti dengan makanan bayi instan. Bagi saya, MPASI homemade is the best serve for my son. Sejujurnya, itu hanya dampak dari ketidaktahuan yang haqiqi. *facepalm Nyatanya, makanan bayi instan atau terfortifikasi telah diatur oleh WHO (World Health Organization) dan FAO (Food and Agricultural Organization), which mean seluruh produsen makanan bayi harus mengikuti konsensus yang telah ditetapkan. Selain itu, produk yang beredar di pasaran harus lolos perizinan lembaga pemerintah terkait seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan. Indonesia) dan FDA (Food and Drug Administration, US). Seluruh proses mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, quality control, dan perhitungan angka…

  • Real Talk

    Makan yang Menantang (Part 1)

    Berawal dari obrolan di sela makan siang saat ngantor dulu, ada yang bilang kalau anak adalah satu-satunya orang yang akan menerima apapun hasil masakan kita. Dari situ saya percaya kalau urusan makan anak adalah sesuatu yang gampang. Akhirnya, saya terlalu nyantai saat anak mulai memasuki fase makan. Saya minim persiapan, hanya berbekal buku MPASI (Menu Pendamping ASI) dari IDAI, buku MPASI best seller dari salah satu dokter anak yang cukup terkenal, dan perlengkapan MPASI yang saya dapat dari kado. Ternyata, I am totally wrong. MPASI berhasil membuat level stres dan depresi saya meningkat di beberapa minggu pertama. Bagi saya, MPASI itu too complicated. Di saat banyak ibu membuat jadwal menu…

  • Real Talk

    Makna Ulang

    Tiga Puluh Tahun Angka yang membuatku sedikit takut. Aku menyapa kembali waktu yang sudah tak bisa kupegang, bertanya kepada masa lalu apa yang sudah kulewatkan selama ini? Aku juga berdialog dengan bayangan masa depan, bayangan yang beragam. Ada yang jelas, dan ada juga yang samar. Ternyata impianku belum memudar, masih terlihat jelas dan terus memanggilku untuk mencapainya. Buatku, hanya ada 1 perubahan besar yang kualami, yaitu tanggung jawab yang tidak lagi sederhana. Menjadi istri dan ibu membuatku melakukan hal-hal magic yang sebelumnya tidak bisa dan tidak pernah aku lakukan. Aku menjadi bergairah untuk berproses menjadi individu yang lebih baik. Sejauh ini masih didominasi oleh hal-hal yang positif, semoga seterusnya. Tujuan…

  • Real Talk

    Nostalgia Keluarga Cemara

    Suatu pagi di tahun 2002, Hari itu adalah hari yang spesial buatku, hari pertama libur kenaikan kelas. Akhirnya aku bisa kembali ke pelukan keluarga setelah terpisah selama kurang lebih enam bulan. Maklum, aku hanya punya jatah libur 2x setahun karena bersekolah di pondok pesantren. Sisanya aku menghabiskan hariku di dalam pondok yang berjarak sekitar 125 km dari rumah. Setiap liburan, saudaraku selalu datang ke rumah dan mengajakku membeli lupis, makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan yang dikukus dan dibungkus daun pisang. Sepanjang jalan kami asik bercerita dan bertukar tawa. Rasanya sudah lama sekali aku tidak tertawa selepas ini, apalagi sambil menikmati jajanan kesukaanku. Bercerita dengan saudara perempuan yang hanya…

  • Article,  Motherhood

    Belajar dari Denmark: BERMAIN

    Siang itu sinar matahari tampak begitu terik, membuat tubuh memproduksi keringat dengan bau yang khas. Bau matahari. Bau yang seringkali tercium dari tubuh anak-anak yang suka bermain di siang bolong. Seperti siang itu, sekelompok anak-anak tampak sedang asik bermain bersama di halaman masjid yang sangat luas. Ada yang bermain petak umpet dan ada yang bermain benthik atau gatrik, permainan tradisional yang dimainkan oleh dua kelompok menggunakan potongan bambu. Sekitar 10 anak berusia sekolah dasar dan menengah pertama memilih bermain benthik, mungkin karena permainan ini lebih menantang. Mereka menentukan kelompok dengan melakukan pingsut. Anak yang menang berkumpul menjadi satu kelompok, begitupun dengan yang kalah. Kedua tim sudah terbentuk yang terdiri dari…