Book Talk

BookTalk: Belahan Jiwa

Penulis: Tasaro GK

Buku ini adalah karya kedua Tasaro GK yang aku baca setelah buku berjudul “Muhammad: Sang Pewaris Hujan”. Tidak seperti karya Tasaro GK lainnya, buku ini hanya berjumlah sekitar 164 halaman, cukup terjangkau untuk dibaca dalam waktu singkat.

Buku bertajuk “Belahan Jiwa: untuk wanita yang kuhadiahi bunga wol rajutan ibuku” ini merupakan karya non fiksi bertema keluarga yang mengisahkan tentang perenungan penulis dalam mengarungi bahtera rumah tangganya selama hampir 17 tahun pernikahan. 

Tasaro menghadirkan banyak kisah yang merepresentasikan dinamika kehidupan berumah tangga melalui renungan penulis dan dialog romantis yang disampaikannya kepada sang istri. Meskipun buku ini cukup personal, tapi perenungan demi perenungan yang disampaikan penulis membuatku belajar tentang bagaimana merawat sebuah pernikahan.

Curahan hati yang disampaikan penulis dalam buku ini terdiri dari beberapa kisah, antara lain:

  • Secangkir Teh Tawar
  • Tanpamu, Bagaimana?
  • Pernikahan itu,
  • Setelah Tahun Pertama
  • Uang dan Mertua
  • Mengakali Pertengkaran
  • Boring, boring, boring
  • Sebagus apa Selera Humormu?
  • Cemburunya Mana?
  • Membual hingga Mual
  • Ketika Pasangan Enggan Bergaul
  • Jika Tangan Gampang Melayang
  • Berselingkuh karena..
  • Jika Anak tak Kunjung Hadir?
  • Menikah itu tidak Enak

Lewat penggalan kisah tersebut, penulis ingin membagikan cerita tentang bagaimana ia dan sang istri berproses dalam membina rumah tangga hingga 16 tahun. Ia mengurai setiap pandangan, hikmah, dan ramuan resep dalam membangun kehidupan yang harmonis bersama istri tercinta dalam menghadapi persoalan demi persoalan di dalam rumah tangganya. 

Seperti pada kisah “Mengakali Pertengkaran”. Di dalam setiap keluarga, pertengkaran itu pasti tidak bisa dihindari. Hanya saja setiap pasangan memiliki versi bertengkarnya masing-masing. Bertengkar dengan sang istri versi penulis artinya saling diam saat makan malam dan timbul rasa kikuk saat berpamitan. Bagi pasangan lain, bisa jadi versi bertengkarnya adalah saling melontarkan kata atau ada suara riuh yang mendadak muncul setiap sang istri mencuci piring, atau bahkan yang paling ekstrim ada tangan ringan dan barang pecah belah yang melayang.

Di setiap akhir kisahnya, penulis memberikan tips ala rumah tangganya. Sebagai contoh dalam kisah mengakali pertengkaran, penulis membagikan tujuh tips yang telah disepakati bersama dengan pasangan agar pertengkaran yang terjadi di rumah bisa menjadi proses menuju rumah tangga yang lebih harmonis, bukan sebaliknya.

Tujuh tips tersebut antara lain:

  1. Seleksi tema pertengkaran
  2. Pilih waktu dan tempat yang tepat
  3. Pilih sudut pandang “saya”
  4. Fokus pada permasalahan awal, jangan memperluas tema
  5. Berhentilah berpikir siapa kalah, siapa menang
  6. Belajarlah menjadi pendengar yang baik
  7. Ungkapkan keinginan masing-masing

Dari buku ini aku belajar bahwa setiap pasangan harus meramu resep bersama-sama untuk merawat kehidupan berumah tangga agar berjalan semakin harmonis hingga akhir hayat. Di era media sosial seperti sekarang, alangkah baiknya jika setiap pasangan tidak mudah membandingkan kehidupan keluarganya dengan keluarga lain yang tampak lebih baik. Sumber kebahagiaan di setiap pintu rumah itu berbeda-beda, setiap pasangan sebaiknya saling terbuka tentang apa yang membuatnya bahagia. Sehingga, setiap pasangan akan mencari sumber kebahagiaan dari dalam rumah, bukan mencarinya di luar rumah.

Ada beberapa kutipan yang aku suka dari buku ini. 

“Adanya cinta tanpa komunikasi dan kompromi akan sia-sia saja”

-Hal. 34-

“Meskipun terkesan enteng, sebenarnya humor bukan perkara main-main”

-Hal. 75-

“Dalam banyak kasus, kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada keluarga-keluarga yang minim diskusi; komunikasi mampet dan perbedaan pendapat dianggap tabu. Ini bahaya. Sebab, kebiasaan diskusi harus hidup dalam setiap keluarga, baik antara suami-istri, orang tua-anak, ataupun anak-anak dengan anggota keluarga lainnya”

-Hal. 118-

Semoga buku ini membuat semakin penasaran ya teman-teman.

Selamat membaca ^x^

Salam,

At Tachriirotul M.

Bagikan tulisan ini yuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *