Motherhood

Mom, 3 hal ini membuat kegiatan bermain lebih mudah

Halo mom,

Selama Pandemi, peran kita sebagai orang tua lebih terasa ya. Anak-anak harus beraktivitas di rumah. Kita seperti mempunyai tanggung jawab extra untuk menjaga mood mereka agar tidak mudah cranky dan tetap bahagia meski di rumah. Waktu bersama anak-anak terasa semakin panjang dan lama, membuat kita kehabisan ide mau bermain apalagi dengan mereka. Kadang, kita mengharapkan mereka segera istirahat biar kita bisa leyeh-leyeh dan menikmati me time.

Di media sosial, banyak sekali referensi ide bermain bersama anak di rumah untuk bermacam-macam umur. Kita malah menjadi bingung harus mulai darimana. Sama seperti saya, saat membuka media sosial dan mencari referensi jenis permainan apa yang mau dimainkan hari ini, seringkali berujung galau karena semuanya menarik. Beberapa ibu begitu rajin membuat mainan DIY, sedangkan kadar kerajinan saya suka timbul tenggelam, haha.

Saya mencari cara yang mudah dan nyaman. Bagi Saya, tujuan utama bermain adalah anak menikmati permainan tersebut. Buat apa membuat permainan yang bagus dan keren kalau anak tidak tertarik dan menikmatinya. Pada akhirnya, kita malah kecewa karena ekspektasi tidak terpenuhi. Ya begitulah mom, kita memang sebaiknya tidak banyak berekspektasi pada anak-anak, nanti pasti berujung kecewa, kita gak akan kuat D:

Ada beberapa hal yang saya lakukan untuk mengajak anak-anak bermain.

1. Mulai dari hal yang disukai anak-anak

Di dalam montessori ada istilah “sensitive period” , dimana anak memiliki ketertarikan terhadap sesuatu pada rentang waktu tertentu. Di rumah, mom pasti pernah mengamati anak-anak begitu tertarik dengan suatu jenis mainan dalam kurun waktu yang lama. Nah, kita bisa memanfaatkan sensitive period ini untuk memperluas jenis permainan.

Saat membacakan buku tentang alat konstruksi, anak saya sangat tertarik. Nah, saya memanfaatkan ketertarikannya pada alat konstruksi untuk mencari ide permainan di media sosial, jadi kita tidak lagi bingung. Saya sering membuat ide bermain sensori, motorik, membuat arts dan menstimulasi kemampuan kognitifnya bertema alat konstruksi sehingga ia akan lebih tertarik.

Dokumen pribadi

2. Memanfaatkan benda-benda di sekitar rumah

Tak perlu sesuatu yang mahal, kita bisa memanfaatkan benda-benda apapun di sekitar rumah untuk bermain bersama anak-anak. Kita bisa memanfaatkan pasta dan pewarna makanan untuk bermain sensori, tepung dan garam untuk membuat playdoh, kulit buah naga untuk membuat perahu, cangkang telur untuk menstimulasi motorik, tanaman untuk sortasi warna, tanah untuk pretend play bercocok tanaman, buku-buku untuk membuat jembatan, dsb. Kadang, kita tidak butuh sesuatu yang fancy, kita hanya perlu waktu dan kemauan untuk menjadikan permainan ini sesuatu yang menyenangkan bagi anak dan orang tuanya.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

3. Mengajak anak mencari ide bermain

Memikirkan ide bermain itu kadang bikin mager lho, haha. Akhirnya saya sering bermain on the spot atau mengajak anak saya mencari ide bermain di buku atau pinterest. Saat mencari ide permainan di gadget, saya selalu mengatur alarm selama 10 menit agar tidak berlarut-larut.

Ternyata anak-anak suka sekali dilibatkan. Bayangkan, betapa senangnya saat ide permainan yang ia pilih dan lihat di layar ponsel menjadi kenyataan. Kita dapat menumbuhkan daya imajinasi dan kreativitas mereka, karena anak-anak terlibat mulai dari mencari ide bermain, mempersiapkan permainan, dan merapikannya setelah selesai bermain.

Dokumen Pribadi

Yuk kita alokasikan waktu bermain bersama sang buah hati. Mereka tidak membutuhkan permainan yang ribet dan keren, anak-anak hanya butuh kehadiran jiwa dan raga orang tua yang utuh. Ayo berikan tawa terbaik kita, agar mereka dapat merekam arti bahagia saat bermain bersama orang tuanya.

Salam,

At Tachriirotul M.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *