Article,  Motherhood

Pentingnya Melatih Keterampilan Executive Function pada Anak

Hai mom,

Siapa yang suka mengajak anak-anak memelihara tanaman atau memelihara hewan? Buat saya, kedua aktivitas itu tidak mudah lho. Beberapa waktu lalu kami memelihara ikan untuk pertama kali. Baru dua minggu tinggal bersama kami, ikan tersebut tiba-tiba mati. Rasanya sedih sekali.

Ternyata, memelihara hewan atau tanaman sangat bagus bagi anak-anak terutama usia 0-6 tahun. Menurut prinsip Fitrah Based Education (FBE), kedua aktivitas ini dapat melatih keterampilan executive function, sebuah keterampilan dasar yang akan diperlukan sepanjang kehidupan kita.

Apa itu executive function?

Executive function merupakan sebuah keterampilan untuk merencanakan, mengontrol diri, mengikuti instruksi, dan tetap fokus (tidak mudah terdistraksi) dalam mengerjakan sesuatu, sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Executive function berkembang sangat pesat pada usia 3-5 tahun. Di masa yang akan datang, keterampilan ini sangat membantu otak dalam menetapkan prioritas, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, dan tidak mudah berperilaku impulsif. Nah, kelak anak-anak pasti sangat membutuhkan keterampilan ini dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kehidupan sosial, akademis, profesional, dan kehidupan berkeluarga.

Sebetulnya, setiap anak memiliki pondasi keterampilan executive function sejak bayi, karena merupakan keterampilan dasar manusia. Namun, keterampilan executive function tidak dapat berkembang optimal jika tidak distimulasi sejak dini.

Faktor penting dalam menumbuhkan keterampilan executive function adalah latihan dan kebiasaan. Nah, sebagai orang tua kita perlu memberikan beragam kesempatan dan pengalaman kepada anak-anak termasuk pengalaman melakukan kesalahan agar keterampilan ini dapat terus berkembang.

Executive function melibatkan tiga fungsi otak, yaitu:

1. Working memory

Kemampuan untuk menyimpan dan mengingat informasi, mampu mengaitkan satu informasi dengan yang lain, serta menggunakan informasi yang ada untuk memecahkan masalah.

2. Self control

Kemampuan untuk mengontrol diri, seperti menahan godaan, emosi, pikiran, sehingga tidak mudah marah, berperilaku impulsif dan tergesa-gesa.

3. Cognitive flexibility

Kemampuan untuk memiliki pemikiran yang fleksibel, tidak kaku, dan mudah beradaptasi dengan berbagai keadaan, termasuk mampu berpikir outside the box, berpikir kreatif, dan melihat sesuatu dari berbagai perspektif.

Wah, sepertinya cukup kompleks ya. Tenang mom, pada kenyataannya tidak serumit yang dibayangkan, hehe. Menurut FBE, melatih keterampilan executive function merupakan salah satu kurikulum yang sangat penting untuk anak usia 0-6 tahun agar fitrah belajar anak-anak dapat tumbuh dengan optimal pada usia golden age mereka.

Menurut Adele diamond, kepala peneliti dan profesor bidang perkembangan kognitif neuroscience di Universitas British Columbia, Vancouver mengatakan bahwa kemampuan executive function lebih penting ketimbang kemampuan akademik pada anak usia dini.

Apa kegiatan yang dapat membantu meningkatkan keterampilan Executive Function?

Ada banyak sekali kegiatan yang dapat melatih keterampilan executive function pada anak. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di rumah. Kita harus selalu ingat, anak-anak akan lebih mudah belajar dengan melihat dan meniru (absorbent mind), jadi sebaiknya kita tidak memaksa anak-anak untuk melakukannya. Cukup dengan memberikan contoh, mempraktekkan bersama, dan membangun kebiasaan.

Beragam aktivitas yang dapat membantu meningkatkan keterampilan executive function:

1. Memelihara tanaman dan hewan

Foto: Pexel

Melalui aktivitas ini, anak-anak dapat belajar banyak hal. Kita dapat melibatkan anak-anak mulai dari membuat rencana.

Saat ingin memelihara ikan, kita bisa melibatkan anak-anak mulai dari memilih jenis dan ukuran akuarium, jenis ikan, hiasan akuarium, dsb. Berikan anak-anak tanggung jawab untuk memberi makan ikan setiap pagi dan malam, lalu membersihkan akuarium setiap akhir pekan. Jadikan aktivitas tersebut sebagai sebuah kebiasaan.

Saat ingin memelihara tanaman, kita bisa melibatkan anak-anak mulai dari memasukkan tanah ke dalam pot, menyemai benih, merawat dan menyiram tanaman, memindahkan tanaman dari tray semai ke dalam pot yang lebih besar, menjemur tanaman di bawah sinar matahari, dsb.

Aktivitas sederhana ini dapat merangsang ketiga fungsi otak (working memory, self control, dan cognitive flexibility)

2. Story telling

Foto: Pexel

Aktivitas ini pasti sudah sering kita lakukan. Melalui cerita, kita memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperhatikan, menyelami isi cerita, dan menumbuhkan imajinasinya. Sehingga, kita dapat menstimulasi working memory anak-anak dalam mengingat apa yang kita katakan atau ceritakan kepadanya.

Kita pasti sering mendengar anak-anak menghubungkan apa yang mereka lihat dengan cerita yang ada di buku. Nah, inilah yang perlu kita lakukan terus menerus untuk merangsang fungsi otak mereka agar kelak tumbuh menjadi anak-anak yang kaya imajinasi, dan mampu menghubungkan informasi yang mereka miliki untuk memecahkan sebuah tantangan. Sehingga, mereka tidak tumbuh menjadi generasi yang berpikir instan.

Selain dapat merangsang working memory, story telling juga dapat merangsang fungsi cognitive flexibility, dimana anak-anak dapat tumbuh dengan beragam perspektif dalam melihat sesuatu dan berpikir outside the box bermodal imajinasi yang terus berkembang.

3. Aktvitas tradisional

Foto: pexel

Beragam aktivitas sederhana seperti olahraga, games (termasuk permainan tradisional), menari, dan bernyanyi dapat melatih keterampilan executive function. Keempat aktivitas ini dapat menstimulasi seluruh fungsi otak yang terlibat dalam keterampilan executive function.

  • Fungsi working memory membantu untuk mengingat instruksi permainan, gerakan tarian, dan lirik lagu.
  • Fungsi self control membantu untuk bisa menendang dengan tepat, bersepeda dengan seimbang, menari sesuai irama, bernyanyi mengikuti nada, bermain sesuai instruksi, dsb.
  • Fungsi cognitive flexibility membantu untuk menghadapi tantangan, seperti perubahan gerakan tarian, perubahan instruksi permainan, dsb.

4. Aktivitas sehari-hari

Foto: Pexel
  • Ajak anak-anak merencanakan permainan, seperti mencari ide di buku atau pinterest (tentu dengan membatasi durasi melihat gagdet, mom bisa menyalakan alarm dalam 10 menit), menyiapkan bahan-bahan, dan membuat mainannya.
  • Meminta anak untuk mengambilkan barang yang spesifik. Misal, jenis buku yang spesifik tentang tubuh, gajah yang kehilangan rumahnya, dsb.
  • Bermain dengan memberikan instruksi sederhana seperti montessori. Misal, nanti kamu mengambil batu, lalu melewati rintangan dengan melompat, dan memasukkan ke dalam botol ya.
  • Membiasakan anak memiliki rutinitas. Misal, membangun rutinitas sebelum tidur seperti menggosok gigi, membaca buku, berdoa, bercerita kegiatan sehari.

Sebagai orang tua, kita sebaiknya selalu memberikan tantangan kepada anak-anak, mengajarkan dengan memberikan contoh, dan mempraktekkannya. Sebaiknya kita mulai membentuk kebiasaan-kebiasan yang dapat membantu anak-anak untuk mandiri dan memiliki kontrol terhadap dirinya sendiri. Kita juga dapat mendukung anak-anak secara tidak langsung, yaitu dengan memberikan cinta, lingkungan yang mendukung, dan tidak membuat anak-anak mudah stres atau tertekan dengan beragam standar yang ada.

Ternyata aktivitas yang dapat membantu menumbuhkan keterampilan executive function tidak rumit ya. Semua sangat mungkin kita lakukan di rumah. Nah, dalam mendidik anak usia 0-6 tahun, kita tidak perlu terlalu fokus pada kemampuan kognitif atau akademik anak ya mom karena ada banyak keterampilan yang lebih penting bagi mereka. Selamat mencoba ^x^

Salam,

At Tachriirotul M

Referensi:

Center of the Developing Children: What Is Executive Function? And How Does It Relate to Child Development?

Diamond, Adele, 2013, Executive Function, Department of Psychiatry, University of British Columbia and BC Children’s Hospital, Vancouver

TEDx: Turning some ideas on their head by Adele Diamond

Youtube: Adele Diamond: How to Help Children Develop Executive Functions

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *